www.sevenmediatech.co.id





Blog 03 Agustus 2018 / Mimin SMT

4 Tips Untuk Mencari Ide Bisnis

Saat ini UMKM sedang sangat dielu-elukan oleh pemerintah. Tak jarang pula Presiden Jokowi yang juga awalnya seorang pengusaha menyuruh anak-anak muda untuk mulai melirik berbisnis sebagai sebuah pilihan. Dan jika dilihat memang banyak brand-brand lokal buatan pemuda Indonesia yang sukses besar. Sebut saja Matoa dengan jam kayu nya, lalu ada pula Gojek, Bukalapak, Pijak Bumi, Adorable Project, Airfrov, Makaroni Ngehe, Noesa serta masih banyak brand lokal buatan pemuda Indonesia yang sukses besar. Dari sektor makanan? Wah, tidak terhitung! Karena memang sektor makanan dan minuman ini bisa dibilang sektor yang paling mudah untuk dicari idenya. Atau kalian bisa menyebutkan brand lokal lain?

Brand-brand besar yang telah disebutkan tadi tentu awalnya tidak mudah untuk mencapai tingkat yang sekarang ini. Ada banyak kendala dan rintangan yang harus dihindari. Akan tetapi, hal yang paling sulit adalah memulainya dengan mencari ide yang unik dan cerdas. Pijak Bumi misalnya, mereka mengangkat isu lingkungan, sehingga sepatu yang dibuat eco-friendly, atau Noesa yang tidak hanya menjual merchandise yang dibuat dengan kain tenun tapi juga mengedukasi tentang bagaimana kain tersebut dibuat dengan pewarna alami seperti kunyit untuk warna kuning dan Indigo untuk warna biru. Ide-ide atau latar belakang yang kuat jelas akan ikut memperkuat brand mu.

Baca Juga : Membesarkan Brand Dengan Website

Nah, berikut ada 4 tips yang dilansir dari Tech In Asia  yang bisa kamu gunakan untuk menggali lebih dalam ide-ide bisnis yang baik dan dibutuhkan pasar sebagai modal utama memulai sebuah usaha.

Kenali Masalah di Sekitar

Sebuah ide bisnis pasti berangkat dari adanya masalah yang memerlukan solusi. Misalnya Colin Barceloux, Founder BookRenter, pernah merasakan mahalnya harga buku-buku kuliah. Dua tahun setelah lulus, yaitu pada tahun 2007, ia memutuskan untuk mendirikan BookRenter.

Konsep utama untuk menemukan ide adalah kamu perlu memerhatikan permasalahan yang kerap muncul di sekitarmu dan menyadari bahwa belum banyak atau bahkan belum ada solusinya.

Misalnya ketika kamu dan teman-teman memerlukan buku-buku referensi untuk perkuliahan, tetapi harganya yang sangat mahal membuat kalian tidak mampu membelinya. Kamu bisa mulai memikirkan untuk membuat sebuah platform atau situs untuk penyewaan ataupun jual beli buku perkuliahan bekas yang masih layak baca.

Karena buku bekas umumnya memiliki harga lebih murah dibandingkan yang baru, situs kamu bisa menjadi alternatif bagi mahasiswa yang kesulitan membeli buku kuliah yang mahal.

Update Informasi Soal Startup dan Bisnis

Informasi tentang dunia startup dan bisnis mudah sekali kita temui sehari-hari baik melalui buku, koran, televisi, dan internet. Media kerap mengangkat cerita di balik pengembangan bisnis-bisnis yang berlandaskan ide segar dan mampu meraih pendapatan tinggi.

Selain itu, informasi mengenai kisah sukses startup juga bisa kamu dapatkan dengan mengikuti seminar dan workshop yang diadakan di kampusmu.

Belakangan kita juga sering mendengar penyelenggaraan acara seputar startup dan bisnis. Tak ada salahnya bagi kamu untuk menengok apa saja bisnis yang sedang berkembang di Tanah Air sambil melakukan tanya jawab singkat dengan para pelaku startup mereka mengenai detail bisnisnya.

Intinya semakin banyak informasi yang kamu baca dan kumpulkan, secara tidak langsung kamu akan memahami tren dan terpacu pada ide-ide baru yang unik.

Lihat Peluang yang Sedang Berkembang

Dalam dunia bisnis terdapat istilah yang dikenal dengan first mover dan fast follower. First mover adalah orang yang merintis sebuah bisnis dengan konsep yang belum ada sebelumnya.

Sedangkan fast follower adalah orang yang secara cepat mengadopsi ide atau model bisnis yang sedang tren, memodifikasi, kemudian mengembangkannya menjadi lebih efisien dan efektif. Contoh sederhananya adalah Go-Jek sebagai first mover dan GrabBike sebagai fast follower di pasar Indonesia.

Menurut Steve Blank, tidak ada salahnya kamu menjadi seorang fast follower. Kamu tak perlu memikirkan ide dasar serta melakukan riset pasar dari awal lagi.

Fast follower sebaiknya menawarkan solusi atas kelemahan bisnis first mover sehingga pelanggan first mover tertarik untuk beralih. Namun, menjadi fast follower memiliki tantangan tersendiri untuk meraih pasar yang biasanya sudah kuat dikuasai oleh first mover.

Berawal Dari Kemampuan dan Minatmu

Jangan takut menunjukkan dan mengomersialkan apa yang menjadi kemampuan terbaikmu. Misalnya jika kamu memiliki kemampuan desain yang baik, cobalah membuat sebuah marketplace seni. Selain bisa menjual desainmu sendiri, orang lain juga bisa menjual hasil karya mereka.

Ide bisnis juga tidak harus bermodalkan kemampuan teknis semata. Apabila kamu memiliki minat terhadap suatu bidang, misalnya musik, kamu bisa memikirkan untuk membangun sebuah toko online yang khusus menjual hal-hal berkaitan dengan musik, seperti alat musik, CD, hingga merchandise dari artis.

Tony Antonio, rektor Universitas Ciputra, pernah mengatakan bahwa bisnis yang dimulai dari kesukaan akan membuatmu mengerjakannya dengan lebih menyenangkan dan mau belajar dari kesalahan.

Apakah kamu sudah menemukan ide bisnismu? Jika sudah, saatnya kamu memikirkan lebih detil mengenai model bisnisnya, mulai dari nilai atau keunggulan yang ditawarkan, target konsumen, sumber pemasukkan, hingga tim untuk membantumu mengembangkan bisnis tersebut.

Jangan lupa juga untuk melakukan validasi pasar sebagai langkah awal memastikan idemu benar-benar diterima dan bisa berkembang di masyarakat. Bila masih merasa kesulitan, kamu bisa bergabung dengan inkubator bisnis yang ada di kampusmu.

Jadi? Siap untuk membuat sebuah bisnis? Oh ya, bisnis gak cuma buat kita sendiri lho. Dengan membuka sebuah usaha berarti kita juga bisa membantu pemerintah dengan membuka lapangan pekerjaan baru bagi orang lain! Selamat berbisnis

Bagikan ke sosial media :