www.sevenmediatech.co.id





Blog 30 Agustus 2018 / Mimin SMT

William Tanuwijaya, Sosok di Balik Tokopedia

 

Pasti udah tau dong siapa founder dari salah satu e-commerce terbesar Indonesia, Tokopedia? Yep, siapa lagi kalo bukan William Tanuwijaya. Pria kelahiran 11 November 1981 ini lah yang kemudian mencetuskan ide untuk membuat Tokopedia dengan konsep mall online, bersama Leontinus Alpha Edison sebagai co-founder.

William Tanuwijaya lahir dan besar di Pematang Siantar. Masa kecilnya dihabiskan di kampung halamannya hingga SMA. Saat akan melanjutkan kuliah, ia memutuskan mengambil kuliah di Jakarta dan meninggalkan kampung halaman, ayah serta pamannya. Diperlukan waktu 4 hari 3 malam dengan menggunakan kapal untuk dapat sampai di Jakarta. Ia mengambil kuliah di Universitas Bina Nusantara.

Selama di Jakarta, ia tidak hanya kuliah. Namun, ia juga mengisi waktunya untuk bekerja sampingan sebagai operator di warung internet setiap hari. Dimulai dari jam 9 malam hingga 9 pagi. Meski dibuk kuliah sambil bekerja, ia mampu menyelesaikan kuliah Teknik Informatika nya pada tahun 2003.

Lulus kuliah, ia kemudian memutuskan untuk bekerja kantoran di beberapa perusahaan yang bergerak dalam industri pengembangan software. William sempat bekerja sebagai software developer di perusahaan TelkomSigma dan Sqiva System. Ia juga sempat bekerja selama 4 bulan di Boleh Net sebagai game developer. Selanjutnya, setelah berpindah-pindah perusahaan dan dengan pengalaman bekerja yang mumpuni, William kemudian dipercaya untuk menjabat sebagai IT dan Business Development Manager di PT Indocom Mediatama selama kurang dari 2 tahun.

Di tahun 2007 ini lah, William Tanuwijaya mendapatkan ide untuk membangun Tokopedia dengan konsep mal online. Walaupun bukan datang dari latar keluarga pebisnis, ia tetap bertekad dalam membangun bisnis mall online ini. Disaat sedang berusaha merintis bisnisnya ini, ia diberi kabar kurang mengenakkan. Ayahnya divonis kanker. Namun, karena ia merupakan tulang punggung keluarga, Ia tidak bisa pulang karena harus bekerja.

Selama kurun waktu 2 tahun, ia terus berusaha hingga atasannya kemudian memberikan modal sebesar sepuluh persen dengan menggandeng rekan kerjanya, Leontinus Alpha Edison. Kerja kerasnya itu tidak terbuang sia-sia, toko online bernama Tokopedia itu kini tumbuh semakin besar.

Tokopedia resmi diluncurkan pada 17 Agustus 2009 di bawah PT. Tokopedia. Bahkan pada tahun 2014, Tokopedia menjadi perusahaan teknologi pertama di Asia Tenggara yang mendapat suntikan dana sebesar USD 100 Juta atau sekitar Rp 1,2 Triliun dari Sequoia Capital dan SoftBank In ternet and Media Inc. 6 bulan kemudian mereka kembali mendapatkan investasi sebesar USD 147 Juta atau sekitar Rp 1,9 triliun.

Ini otomatis membuat heboh masyarakat digital Indonesia dan membuat William Tanuwijaya menjadi sorotan. William mengatakan bahwa dana itu nantinya akan digunakan untuk mengembangkan kualitas dan produk lokal yang dihadirkan Tokopedia sebagai perusahaan kelas dunia.

“Jadi kalau kita bicara tentang nasionalisme, kita jangan hipokrit. Jangan hanya kencang bicara pakai produk lokal saja,”

Setahun kemudian, Tokopedia mendapatkan investasi Rp 1,1 milyar dari Alibaba. Ini dilakukan Alibaba untuk melebarkan jaringannya di Indonesia dan Asia Tenggara, setelah sebelumnya membeli saham Lazada.

Berkat peranannya dalam mengembangkan bisnis daring di Indonesia, Tokopedia berhasil meraih penghargaan dari Marketeersof The Year 2014 untuk sektor e-commerce pada acara Markplus Conference 2015 oleh Markplus Inc. pada tanggal 11 Desember 2014. 2 Tahun kemudian, Tokopedia kembali meraih sebuah penghargaan sebagai Best Company in Costumer Industry dari Indonesia Digital Economy Award 2016.

Bagikan ke sosial media :